Kamis, 17 April 2014

Patung Budha Tidur Terbesar ke Tiga di Asia



Patung Budha Tidur Terbesar ke Tiga di Asia Ada di Mojokerto
 
Budha Tidur /Mojokerto/2014
Patung Budha tidur  ( sleeping Budha ) menjadi salah satu tujuan wisata religi di  Bejijong - Mojokerto. Patung ini dibuat pada 31 Desember tahun 1989.
Memasuki komplek Maha vihara ini hati merasa teduh dan damai. Pepohonan rindang dan suasana yang rapi pada komplek  Maha vihara ini membuat para pengunjung betah.
Saya mengagumi kesahajaan dan kesucian para pemimpin umat Budha yang ada saat ini. Umat Budha dikenal sangat toleransi dengan berbagai agama di dunia. Di Indonesia sendiri ada banyak bukti betapa peradapan budaya dari agama Budha ini sangat tinggi sebagaimana ditemukan pada relief candi Borobudur.
Memasuki tempat di mana patung Budha tidur, suasana begitu tenang.  Saya bertemu dengan beberapa wisatawan asing yang sedang berfoto dekat patung.
Ada keinginan untuk segera mengabadikan patung Budha tidur ini. Kesulitan untuk mendapat posisi yang pas agar dapat memotret seluruh tubuh Budha tidur ini.
Patung ini  berbahan fiber dengan rangka besi. Panjangnya 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4, 5meter. Merupakan patung Budha tidur terbesar ke tiga di Asia setelah Bangkok, dan terakhir patung Budha tidur yang di  Bandung ( Sumber Media Indonesia.com/2011) . Pemeliharaan patung ini dilakukan oleh para Bhiksu dan Bhiksuni.
Saat pengambilan gambar dengan kamera saku beberapa kali gambar terpotong bagian kaki dan ujung kepala.  Seharusnya waktu itu saya menggunakan fitur panorama untuk memotret. Untunglah dengan segenap usaha akhirnya berhasil mendapat gambar utuh ini.
Mengapa posisi patung Budha ini tidur? Ternyata  dari beberapa sumber disebutkan posisi tidur ini menggambarkan posisi Budha saat parinibanna. Dimana Sang Budha digambarkan seperti sang penguasa hutan yakni singa yang sedang tidur. Budha adalah penguasa segala mahkluk di bumi.Kemudian ada pula yang menyebutkan posisi ini adalah posisi meditasi sang Budha.
Sumber lain menyebutkan posisi Budha tidur ini menggambarkan wafatnya sang Budha Gautama, dan kolam teratai  berada di sekitar patung ini menggambarkan laut dimana abu sang Budha Gautama larung.



ALTAR DOA BUDHA/ 2014

Ini adalah salah satu tempat beribadah umat Budha dalam lokasi patung Budha tidur. Agama Budha merupakan salah satu agama tertua di dunia.

Selasa, 12 November 2013

Menikmati Angkernya Kawah Putih di Selatan Bandung

kawah putih bandung selatan
kawah puith Bandung Selatan
Ada mitos yang mengatakan jika ada yang mendekat ke puncak gunung Patuha, manusia maupun hewan, maka akan mati. Masyarakat sekitar percaya bahwa puncak itu adalah daerah kediaman para Jin. Dengan kata lain, angker.

Adalah Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, yang pada tahun 1837 melakukan ekspedisi ilmiah ke puncak gunung ini. Dia bersama peneliti lainnya akhirnya menemukan kawah putih beserta belerangnya, sekaligus menjawab tuntas mitos keangkeran yang ada.

Terlepas dari mitos yang ada, saat ini kawah putih menjadi objek wisata andalan Bandung Selatan. Eksotisme kawah dengan pepohonan yang kering meninggalkan kesan tersendiri.

Akses menuju kawah putih sangat mudah, hanya sekitar dua jam dari sisi selatan Bandung. Jika anda berasal dari luar kota, keluar di Tol Kopo dan lanjutkan menuju ibukota kabupaten Bandung, Soreang. Dari sana tingal mengikuti petunjuk jalan yang ada. Sepanjang perjalanan pemandangan perkebunan teh akan memikat anda.

Melihat ke sejarah, Kawah Putih terbentuk akibat letusan besar dari Gunung Patuha pada abad ke-13. Erupsi ini menghancurkan sebagian besar puncak gunung sehingga meninggalkan jejak berupa danau kawah putih.

Masyarakat sekitar mengaku sering melihat sekawanan domba putih di sekitar puncaknya. Domba-domba itu mereka percayai sebagai jelmaan leluhur yang mereka namai domba lukutan. Mitos, anda boleh percaya boleh tidak.

Yang menarik dari kawah putih adalah warna airnya yang berubah-ubah. Terkadang berwarna putih seperti susu, terkadang hijau pucat seperti telur asin, bahkan terkadang kebiruan. Ini mengingatkan saya kepada Danau Kelimutu yang terdapat di Nusa tenggara Timur, hanya memang ukurannya jauh berbeda.

Berjalan-jalan di sekitar Kawah Putih, anda akan merasa seperti di dunia lain. Bagaimana tidak, kita disuguhi pemandangan yang terkesan mistis. Air yang putih, bebatuan putih, serta pohon-pohon yang tanpa daun. Jika kabut sedang turun, lengkaplah kita akan terbawa ke dunia lain.

Tetapi meskipun terlihat tandus, suhu disini cukup dingin. Siang hari antara 15-22 derajat celcius. Jika malam hari bisa turun hingga 5 derajat celcius. Perlu diingat bahwa kawah putih berada di puncak gunung patuha dengan ketinggian 2386 mdpl.

Berbicara tentang kawah, Indonesia yang notabene kawasan Pacific Ring of Fire, tentu memiliki kawah aktif terbanyak di dunia. Dengan fakta ini, seharusnya bisa menjadi bahan kampanye pariwisata yang bagus. Apalagi turis-turis petualang mancanegara yang belum tentu mempunyai kawah seindah Indonesia di negaranya.

Jika anda berkunjung ke Bandung, sempatkan untuk berkunjung ke Kawah Putih. Anda juga bisa menikmati indahnya Situ Patengan yang berlokasi tidak jauh dari kawah putih.